Panduan Menjadi Fujoshi yang Bermartabat

Selayang Pandang Mengenai Lingkungan Kaum Fujoshi

Fantasi liar mereka ini tentu berasal dari komik-komik BL yang mereka baca. Oke, supaya para pembaca laki-laki punya bayangan terhadap model obrolan di dalam grup fujoshi, saya berikan sedikit ilustrasinya. Si A ngepos fanart karakter game idol favoritnya dan dipasangkan dengan karakter lainnya dengan pose “seksi” yang aduhai. Isi komentarnya? Ada yang memuji gambarnya, ada yang nge-tag temannya, ada yang model caps jebol jerit-jerit, ada yang komen posenya enggak nahan (alias bikin san*e), atau model komentar kayak “kawinin aku”, “suamiku selingkuh”, “aku rela dimadu”, semacam itulah pokoknya. Bahkan ada yang sampai membayangkan suasana “rumah tangga” kedua karakter tersebut. Berlebihan, bukan?

Ketika temanmu tahu kalau kamu seorang fujoshi.

Suatu ketika, saya lihat di lini masa (timeline) ada seorang teman saya yang membagikan gambar. Intinya sih perusahaan Jepang punya tiga produk speaker dengan spesifikasi berbeda dan mereka memasarkannya dengan cara membuat gambar cowok tampan yang mewakili masing-masing produk. Isi kolom komentarnya? Kira-kira begini, “Si A (yang mewakili speaker A) otot dadanya gede, pasti “itu” nya juga gede,” And I was like, “WHAT?!”

Cobaan apa lagi ini, ya Tuhan!