Diary Nonton — Senki Zesshou Sympogear XV – Episode 01

Finally, the 5th season of Senki Zesshou Sympogear series is here.

SPOILER ALERT

Seperti yang udah gue janjikan, ini salah satu diary nonton yang pingin gue bikin karena emang udah lama ngikutin series ini. Di saat anak-anak Yuki lain bahasnya yang manis-manis, anime laki, dan isekai, kayaknya cuma gue yang ngikutin series ini. Perlu dicatat gue bukan hardcore fans yang tahu A-Z soal series ini. Gue memposisikan diri sebagai “penikmat” saja tanpa embel-embel apa pun. Murni menikmati ceritanya, visualnya, plotnya. Itu saja. Gue bahkan gak ingat persis ending di season sebelumnya kayak gimana. Cuma bertarung sama si Adam itu dan Hibiki yang ngalahinnya pake jurus tinju, teriakan andalan, sama pelang-pelangi apalah itu. So, ada apa di episode perdana dari season kelima anime ini?

Diawali dengan lorong yang berdarah-darah dan pria misterius yang mengaktifkan sesuatu lewat sebuah panel aneh di bulan. Yap, bulan. Selalu saja ada bulan. Dari season satu udah ada bulan. Sekarang ada lagi. Dan yang bikin kaget adalah …

Yap, Fine.

Gue sendiri gak yakin Fine ini sebenarnya apa. Di season satu jelas dia antagonis utama. Di beberapa season berikutnya, namanya muncul lagi. Pelopor emang beda. Lanjut.

Adegan berpindah ke ruang komando di kapal (amfibi) induk yang mendeteksi adanya masalah (kalau boleh jujur, gue hampir sama sekali gak paham sama dialog di ruang komando). Kalau ada masalah, tentu mereka langsung menerjunkan tim menuju lokasi yang tidak lain dan tidak bukan adalah … di Kutub Selatan, dong! Lagi di atas helikopter, Hibiki sama Kirika masih sempat-sempatnya menggerutu karena enggak tahu kalau cuaca di Kutub Selatan saat musim panas itu LEBIH DINGIN LAGI! Dan langsung BOOM! Cahaya besar menyembur dari dalam es. Bukan Symphogear memang kalau enggak bombastis.

DUARRR!!!

Usut punya usut, mereka menyelidiki “peti” yang diduga menyimpan relik penting dan sangat berharga. Musuhnya ya, si peti itu sendiri atau penjaga peti. Pokoknya gitulah.

AUTO HYPEEE!!!

Salah satu alasan gue suka sama serial ini, karena gak nanggung. Begitu ada pose “henshin” baru, gue langung HYPEEEE DONGGG!!! Gue juga suka banget sama chant pas mereka berubah, apalagi ketika semua rapalan pas mereka berubah itu dijadiin satu lagu. Sayang Nak Hibiki bukan favorit saya. Saya akan bersabar menunggu pose henshin terbaru Chris.

Buat yang doyan sama Nak Hibiki, berikut proses henshin terbarunya. Sengaja gue ambil bagian yang gue rasa “notable”

Penonton Symphogear pasti langsung kenal dengan beberapa bagian dari proses henshin yang diambil dari season-season terdahulu. Dari lambang hati season 4, pose jadoel season 1, latar hitam-putih season 2 (kalo gak salah), sampai adanya Ignite Module yang jelas terpasang. Entah cuma perasaan gue atau apa, syal Hibiki kok jadi menyolok banget. Hahaha.

Kalau sudah berubah, tentu saja tokoh-tokoh utama kita akan bernyanyi sambil gebuk-gebukin musuh. Gue penasaran, itu seiyuu-nya apa enggak engap ya nyanyi sambil harus menyesuaikan gerakan bertarung? Tapi emang dari dulu udah begitu kan ya. Meski begitu, alasan utama gue suka banget sama series ini karena scene bertarungnya juga gak nanggung. Lots of explosions, lasers, projectiles, punching, slashing, yelling, you name it. Harus nonton langsung biar “berasa”. Itulah Symphogear, langsung nampol dari episode pertama.

Di tengah pertarungan, adegan lalu berpindah di sekolah. Di sana, Hibiki sedang mengikut audisi ujian susulan ditemani iringan piano sahabat terbaiknya segalaksi, Miku. Menyanyikan mars sekolahnya, gue harus akuin suaranya bagus, enak, jelas, lantang, dan iringan pianonya juga berasa nampol. Gak kayak pas lagi gelut deh, pokoknya. Sepulang sekolah, Hibiki dan Miku pun berjalan-jalan setelah membeli kado untuk seniornya tersayang, Chris. Perhatian Hibiki pun terpaku pada layar besar di gedung yang menyiarkan berita mengenai kesepatakan proyek luar angkasa antara Jepang dan Amerika.

Kalau Abe dan Trump masuk anime, ya begini deh.

Adegan pun berlanjut ke dalam bianglala antara dua sahabat ini. Well, di sana ada satu dialog penting yang bikin gue kaget dan memunculkan spekulasi-spekulasi liar tentunya.

Tanda-tanda “plot” sudah terlihat.

Belum puas ya Anda bikin penonton pusing dan penasaran setengah mati di season 2 kemarin? Haduh, mulai lagi. Emang Symphogear suka bikin penonton penasaran, deg-degan, dan nebak-nebak plotnya.

Lagi asyik-asyik Miku memadu kasih dengan Hibiki, tiba-tiba ada kapal yang meledak di dekat lokasi bianglala yang mereka naiki. Hibiki pun langsung dijemput dan diantar ke markas utama. Di sana ia dan teman-teman yang lain diberi arahan mengenai situasi dan kondisi terkini oleh sang komandan, karakter ter-macho di anime ini.

Rupa-rupanya, terjadi kecelakaan di laboratorium penelitian rahasia mereka yang berkedok kapal pesiar. Lab itu sedang menyelidiki sisa-sisa dari Tiki, boneka aneh alias Autoscorer yang digunakan Adam dan organisasinya, Bavarian Illuminati. Sesaat sebelum terjadi ledakan, mereka menemukan sebuah titik lokasi yang dicurigai adalah letak sebuah relik misterius di Antartika. Karena itulah misi mereka kali ini adalah menyelidiki apa yang terkubur di dalam sebuah danau beku di Kutub Selatan ini. Hibiki pun teringat dengan kata-kata terakhir Adam sesaat sebelum ia meledak dan mati.

Kembali ke pertarungan, para protagonis kita sedang tak sadarkan diri dan terperangkap dalam es. Tahu-tahu saja muncul antagonis di season ini yang sedang mengamati mereka. Tapi gue yakin, mereka ini sebenarnya bukan “biang kerok”. Kita lihat saja nanti di klip lagu pembuka yang akan diperlihatkan di episode depan.

Gue curiga mereka akan mencuri isi peti itu atau menunggu protagonis kita mengaktifkan isinya sebelum nanti mereka rebut. Begitulah tipikal villain anime ini. Lanjut ke protagonis.

Hibiki pun jadi yang pertama sadar dan bangkit setelah hampir dibinasakan oleh si penjaga peti kalau bukan karena pertolongan dari salah satu anggota tim peneliti di sana yang menembakkan suar. Sungguh aksi yang nekat dan heroik. Disambut dengan musik “kebangkitan”, pertarungan pun dilanjutkan kembali setelah semua protagonis kita akhirnya siuman. Kali ini bukan hanya Hibiki, tapi keenam protagonis kita bergantian menyanyikan lagu pertarungan dan diikuti dengan scene yang BOOMMM!!! DUARRR!!! JEDERRR!!! You know, lah.

Kita pun tetap disuguhkan dengan dialog penyemangat dari Hibiki yang pantang menyerah meski terjatuh bersama si penjaga peti di dalam air. Setelah berhasil keluar dan menerbangkan musuh dengan kepalan tangannya, Hibiki cs pun memutuskan untuk menggunakan serangan pamungkas dan mengakhiri pertarungan. Karena musuhnya berada di udara, Chris yang akan membidik dan mengatur timing untuk menembak sasaran.

Ternyata Chris pendek, ya.

Di saat harus konsentrasi untuk membidik musuh, sempat-sempatnya Hibiki menyinggung ulang tahun Chris yang akan segera tiba seolah memberi pertanda buruk.

Muka polosnya itu, rasanya pingin nampolin.

Setelah target terkunci, mereka pun mengeluarkan serangan pamungkas dengan nama keren: G3FA Hexa Revolver dan keluarlah laser enam warna yang menyatu di udara dan membinasakan musuh.

Episode kali ini pun langsung ditutup dengan judul episode disusul credit title berlatar hitam diiringi lagu pembuka season kali ini yang gue skip. Gue menunggu klip lagu pembukanya biar bisa menikmati suara Mbak Nana Mizuki yang akan menggetarkan jiwa sambil menebak-nebak plotnya.

Segitu aja ya. Kayaknya kepanjangan, nih. Gue akan setia mengunggu Ichaival dan plot twist yang akan didatangkan.

SALAM, #timchris