Diary Maraton — Dororo (2019)

Halo, semuanya!!!

Sudah lama nih gue gak nulis di sini. Tadinya gue mau bikin “Tiga Kartun Pilihan” jadi tulisan tetap, tapi ternyata konsisten itu sulit. Selain itu, makin ke sini gue makin jarang ngikutin kartun on going. Biasa, orang kuper kayak gue memang malas ikut tren. Mau nulis soal “Diary Nonton”, tapi capek juga harus nyeritain ulang satu episode pakai kata-kata sendiri.

Eniwei, situasi tahun ini yang “sangat tidak disangka siapa pun” membuat gue memutuskan untuk sedikit lebih produktif, enggak cuma jadi “kaum rebah” doang. Jadi gue putuskan untuk balik nulis di sini dan semoga bisa rilis konsisten. Hitung-hitung rehat ngesub, gue latihan menulis, gitu. Eh, kok malah jadi curhat, ya? LOL. Okay, now to the topic.

Sesuai judul, kali ini gue mau share pengalaman gue sehabis maraton Dororo (2019). Dari awal tayang, kartun satu ini sebenarnya bikin penasaran tiap minggu. Tapi di sini gue menyalahkan @Presiden kanal Discord Yuki Fansub yang bikin gue berhenti nonton di tengah jalan.

Siapa lagi kalau bukan …

Di episode-episode awal, premis cerita sudah sangat jelas dan kita diberi tahu masa lalu protagonis kita, Hyakkimaru. Awalnya gue bingung kenapa judul kartun ini Dororo, padahal yang disorot itu ya ceritanya Hyakkimaru. Tapi akhirnya gue paham setelah nonton sampai episode akhir. Temponya memang agak lambat di awal karena ada beberapa episode flashback, tapi masih sangat bisa dinikmati dan gak bikin bosan.

Masuk ke pertengahan cerita, fokus karakter beralih ke kisah Dororo dan masa lalunya. Karakter Hyakkimaru pun berkembang seiring dengan beberapa bagian tubuh dan inderanya yang kembali. Cerita pun semakin seru karena setelah bertemu dengan keluarganya, tidak lantas membuat Hyakkimaru berhenti untuk membasmi iblis (Danawa kalo kata si Hoshii) demi mendapatkan tubuhnya kembali. Di sini gue juga suka dengan konflik batin yang di alami Tahoumaru. Sebenarnya dia anak yang baik, tapi dia punya alasannya sendiri untuk menghunuskan pedang pada kakaknya.

Ouch!

Memasuki akhir kisah, tempo cerita terasa begitu cepat karena perang dengan kaum Asakura semakin mendekat. Penduduk di wilayah Daigo pun terancam gagal panen dan diserang wabah penyakit. Kampung-kampung dibakar untuk mencegah wabah meluas dan para pria dewasa dipaksa mengangkat senjata untuk perang. Semua diduga karena Hyakkimaru yang berhasil mengalahkan para iblis dan perlahan mendapatkan tubuhnya kembali. Akhir ceritanya sebenarnya memuaskan, tapi gue akan merasa lebih puas lagi kalau diceritakan lebih banyak soal Dororo dan Hyakkimaru setelah perang usai.

Aww! Look at them. How lovely.

Gue sangat menikmati maraton kartun ini. Gak bikin bosan dan penasaran terus. Adegan bertarung gak nanggung, musiknya oke, setting-nya dibawakan dengan sangat baik sehingga nuansa zaman “bar-bar” di era tersebut benar-benar terasa brutalnya. Kampung yang dibakar, orang-orang yang seenaknya dibuang begitu saja, kemiskinan dan kelaparan dimana-mana, perang yang gak ada ujungnya, dan banyak lagi. Oh iya, di pertengahan episode soal siluman rubah (Kisah Banmon), yang mengisi suara anak kecilnya (Sukeroku) itu sama dengan pengisi suaranya Naruto, lo (Junko Takeuchi). Rasanya agak lucu, deh.

Bukan Kurama, lo.

Meski begitu, gue gak bisa bilang kartun ini sempurna. Rasanya ada beberapa filler alias episode kurang penting di sini. Misalnya di Kisah Amanojaku ketika Hyakkimaru harus memperbaiki pedangnya dan hampir menjadi suami orang. Atau di Kisah Patung Buddha Tak Berwajah dan Kisah Sabame yang gue rasa enggak terlalu berpengaruh ke cerita inti. Meski begitu, episode-episode selingan tersebut masih sangat enak untuk ditonton. Satu lagi, jangan tanya gue soal perjanjian iblisnya karena sampai gue nulis artikel ini, gue masih enggak ngerti konsepnya. Kalau kalian paham, tolong jelasin ke gue di kolom komentar di bawah ya soal perjanjian 12 iblis dengan si Kagemitsu itu.

Oke, sekian ulasan ala kadarnya dari gue yang suka ketinggalan ini. Kalau kalian punya kritik dan saran atas tulisan gue atau punya usul menarik soal artikel buat gue tulis, silakan ketik di kolom komentar di bawah atau tegur @Ketua MPR di kanal Discord Yuki Fansub.

See you soon!