Arknights CC#0 Diary: Day 4-5

Saya kelupaan mendokumentasikan CC hari ke 4, jadi mungkin bakal saya ceritakan saja secara singkat.

Day 4

Map pada hari keempat ini ternyata mengurangi jumlah operator yang dapat di-deploy, tapi kita bisa mengatasinya dengan mengaktifkan tiga buah terminal yang terdapat di dalamnya dengan catatan, terminal tersebut akan mengurangi satu HP tower kita bila dihancurkan oleh musuh. Untuk musuh, ada tukang mabuk bawa palu yang bisa memberikan damage pada operator maupun terminal saat berada di jarak yang cukup dekat. Selain itu, ada mantan atlet American football pemabuk yang hanya bisa dihalau oleh operator dengan 3 blok, alias Defender. Ada juga beberapa tuyul yang tidak bisa diblok dan satu atau dua preman pasar tukang tinju.

Contract level 3 yang saya pilih untuk menyelesaikan misi harian sekaligus mencapai risk 8 adalah memberikan buff pada musuh pemabuk bawa palu tersebut. Alhasil, damage yang dihasilnya menjadi lebih perih dan operator Defender yang bertugas untuk menghalau mereka harus ditempatkan di tempat yang aman agar operator Caster yang bertugas membunuh mereka dapat bertahan lebih lama. Duet Eyjafjalla pinjaman dan Amiya berhasil mengamankan tower dibantu dengan Silence untuk memulihkan mereka bila terkena damage musuh. Defender healer Saria dan Nearl pun ditempatkan agak jauh di depan demi keselamatan operator yang lain.

Menyelesaikan misi harian ini tidak bisa dibilang mudah. Terbatasnya jumlah operator yang bisa di-deploy menjadi kesulitan tersendiri, apalagi mengingat saya mengambil contract yang mengharuskan saya harus bertahan di awal permainan hanya dengan empat operator saja. Sangat penting untuk mengetahui timing yang tepat serta penempatan operator yang aman. Untungnya saya sudah menyelesaikan map latihan terlebih dahulu sehinnga tidak begitu kaget. Saya hanya perlu beberapa kali percobaan untuk mendapatkan posisi yang tepat untuk para Caster tersebut.

Day 5

Sehari sebelumnya, saya sudah mencoba map pembeku ultimate ini di map latihan. Tapi saya belum bisa menyelesaikan seluruh contract-nya (saya ambil semuanya sekaligus) yang memberikan buff tambahan pada musuh algojo bawa palu. Setelah berdiskusi dan berkonsultasi dengan Dokutah panutan saya, akhirnya map dengan layout menyebalkan ini berhasil ditaklukkan berserta seluruh contract dengan total risk level 7 tersebut.

Ternyata latihan saya tidak terlalu banyak membantu. Contract yang diminta untuk diselesaikan ternyata memberikan buff pada Yeti Icecleaver (sebut saja katana boi pembeku). Contract yang lain pun tidak kalah menyebalkan, saya harus memilih antara memperlama efek pembeku menyebalkan atau tower yang mengelurkan gelombang pembeku dengan lebih intens. Karena saya seorang pengecut, saya memilih untuk bermain aman dan tidak ambil risiko sedikit pun.

Operator Caster andal menjadi kunci untuk menghabisi katana boi pembeku secepatnya. Meski posisinya sudah pas dan aman, ternyata sisi kiri saya sempat jebol beberapa kali, entah karena salah penempatan Defender atau damage yang kurang cepat sehingga musuh menumpuk dan tidak bisa dihalau.

Meminjam operator lain adalah jalan ninjaku!

Semua operator di atas aman dari efek gelombang pembeku massal. Seperti yang sudah saya tegaskan, saya tidak mau ambil risiko. Konsekuensinya adalah damage yang kurang cepat karena terbatasnya operator yang saya gunakan. Saya hanya benar-benar mengandalkan skill Ceobe dan skill 2 level 7 Nian untuk bertahan. Ch’en menjadi damage dealer dalam keadaan darurat bila skill Ceobe dan Nian belum siap, lalu ada Red untuk mengulur sedikit waktu. Ifrit, entahlah. Mungkin dia memang sedikit membantu. Silence dipakai saat tersisa satu katana boi pembeku terakhir untuk memastikan keberlangsungan hidup Saria dan Nian.

Bukan jebol, HP tower memang cuma dua.

Permanent Map Progress

Di hari keempat saya menyelesaikan seluruh misi yang tersedia di permanent map. Rencana awal yang tadinya ingin meminjam Schwarz punya orang untuk mengalahkan om-om bawa kapak yang mendapat buff maksimal, urung saya laksanakan. Saya menggabungkan dengan contract lainnya hingga mendapat risk 8 atau 10. Entahlah, saya kurang ingat.

Seingat saya, dua operator Medic dari faksi Rhine Lab kesayangan saya, Silence dan Ptilopsis, diboyong untuk menyelesaikan misi tersebut. Untuk operator pinjaman, saya kurang ingat, tapi kemungkinan Hoshiguma. Lalu untuk memberikan damage lebih, kalau tidak salah saya menggunakan Exusiai dan SilverAsh. Sisanya kurang lebih sama, FEater, Myrtle, dan Siege siaga menghalau musuh yang datang dari kanan bawah. Dua operator Vanguard tersebut lalu digantikan oleh Nearl dan Lappland saat DP sudah mencukupi (kalau saya tidak salah ingat). Butuh beberapa kali percobaan agar misi tersebut berhasil diselesaikan, terutama dalam hal mengatur timing skill Hoshiguma dan skill operator Medic agar dapat bertahan lebih lama dari tebasan kapak dengan mendapat buff atk mengerikan itu.

Hari kelima di map ini saya gunakan untuk menyelesaikan contract level 3 terakhir yang belum saya ambil. Untungnya saya sempat mendokumentasikan hari kelima ini.

Sepertinya mengambil Mastery skill Hellagur akan menyenangkan.

Kali ini saya menggunakan Hellagur untuk menggantikan posisi yang biasa ditempati Hoshiguma. Sebenarnya bisa saja saya menggabungkan contract yang lain untuk mencapai risk yang lebih tinggi, tapi saya sedang disibukkan dengan event di gim sebelah yang menyita banyak waktu. Jadi kemungkinan saya tidak akan menyentuh map ini hingga minggu kedua saat contract dan misi baru muncul.