Arknights CC#0 Diary: Day 6

Berhubung saya masih terus bakar apel di gim sebelah, map permanent tidak akan saya sentuh kecuali untuk menyelesaikan misi dan membuka contract baru. Di hari keenam, map harian yang diberikan adalah salah satu map yang sukses bikin trauma di event CC sebelumnya. Map yang sepertinya dibuat khusus untuk para Sniper karena musuh-musuhnya yang mayoritas berupa drone.

Sukses menaklukkan map ini di CC sebelumnya tidak lantas membuatnya menjadi mudah sedikit pun. Di map latihan saja, risk level 7 sudah membuat saya ingin menangis!

+100% Attack Range is not a joke!

Mengambil contract ini berarti harus mengatur aggro dan timing dengan baik agar operator bisa bertahan lebih lama. Dengan kata lain, operator Sniper dan Medic harus di-deploy bersamaan dan jangan sampai terlambat. Operator Fast-Redeploy seperti Red dan Gravel yang biasa diletakkan di depan sebagai pancingan, tidak terlalu membantu menyelamatkan para penembak jitu dari serangan bom roket. Tiga operator Medic pun saya gunakan demi menyelesaikan semua contract di atas secara bersamaan. Ini masih di map latihan!

Tidak seperti hari sebelumnya di map pembeku massal, contract di map latihan kali ini ternyata tidak jauh berbeda dengan map hariannya. Setelah menangis dan meringis menyelesaikan latihan, saya tidak terlalu menemui kendala saat menyelesaikan misi harian sekaligus mencapak risk level 8.

Misi hari keenam: selesaikan map dengan contract +100% Movement Speed.

Jarak serangan musuh yang tidak sesadis di map latihan membuat saya sedikit merasa lega. Saya hanya agak kaget dengan contract yang melipatgandakan kecepatan gerak musuh. Contract ini membuat tower saya sempat jebol beberapa kali. Tapi di sisi lain, saya merasa agak lucu karena musuhnya kayak lagi balapan ke garis finis!

Seperti yang sudah saya katakan, Silence dan Exusiai harus di-deploy secara bersamaan untuk mengantisipasi serangan dari sniper musuh yang mendapat tambahan jarak. Angelina pun harus segera menyusul agar skill miliknya siap digunakan saat drone musuh mulai mendekat. Shirayuki bisa menyusul bila DP sudah mencukupi dan pertahanan di barisan belakang sudah aman. Saya sendiri akan langsung mengaktifkan skill Shirayuki bila sudah siap agar dapat mengantisipasi drone dan musuh yang ada di depannya. SilverAsh dipilih karena dapat memberikan serangan jarak jauh ke drone yang lolos, serta Texas harus ditempatkan di tengah agar skill miliknya dapat mengenai drone. Saria dilengkapi dengan skill 2 memastikan operator lainnya bertahan dari tebasan kapak itu. Red bertugas menjadi umpan dari bom roket agar tidak mengenai operator yang ada di atas dan Ch’en sebagai tombol panik bila drone gagal terbunuh.

Iya, ini pasukannya agak over-leveled sebenarnya, tapi saya sedang tidak ingin menyusahkan diri sendiri karena masih harus membakar apel di gim sebelah. Apel-apel tersebut tidak bisa membakar dirinya sendiri, jadi harus dilakukan secara manual.

Bisa ditaklukkan dengan operator yang lebih “murah” sebenarnya.