Arknights CC#0 Diary: Day 11

Entah kenapa menjelang berakhirnya event CC ini, saya merasakan penurunan antusiasme, terutama dari kalangan teman-teman saya. Mungkin sayanya saja yang mainnya kurang jauh dan asal klaim. Siapa tahu di luar sana ternyata masih banyak pemain yang berjuang mencapai risk level di atas 22 pada permanent map dengan menggunakan strategi yang unik (tapi saya rasa dasarnya akan mirip-mirip juga).

Oke, kalau kemarin-kemarin saya sempat mengeluhkan misi harian yang lumayan sulit, sepertinya kali ini saya sudah mulai “terbiasa” (asal masih memungkinkan untuk diselesaikan). Map yang tadinya memakai terminal untuk menambah jumlah operator yang dapat di-deploy malah ditiadakan untuk misi hari kesebelas. Mapnya masih sama, cuma tidak ada terminal saja, kok. Hal ini sontak mengubah rute yang ditempuh musuh untuk menjebol tower pemain. Strategi yang saya pakai minggu lalu pun kali ini tidak dapat diterapkan. Utak-atik operator tidak dapat dihindari demi menyelesaikan misi harian dan mencapai risk level 8.

Tanpa saya duga, yang menyusahkan di sini ternyata bukan contract yang meniadakan terminal, melainkan contract yang menambah kecepatan gerak musuh sehingga mereka harus lebih cepat “dicegat”. Karena itu saya membawa empat operator Vanguard sekaligus untuk memberikan DP lebih cepat di awal permainan.

Amiya yang saya pakai minggu lalu sebagai damage dealer ternyata tidak bisa membunuh “tuyul” dengan cukup cepat sehingga dipilihlah Angelina dengan menggunakan skill 2 yang menyerang musuh secara terus-menerus selama skill miliknya aktif. Alasan yang sama pula membuat saya kembali memilih Ch’en di map kali ini. Kedua operator tersebut saya gunakan setelah percobaan memakai dua operator Defender di bagian atas berujung tidak efektif. Coura menurut saya wajib hadir di map ini karena skill miliknya yang dapat menahan empat musuh. Hal ini penting agar preman tukang gebuk yang muncul saat Cuora sedang menghalau paman mantan atlet american football tidak lolos memasuki tower pemain. Ceobe yang saya pinjam pun terasa sangat enak digunakan di sini karena bisa memberikan damage pada musuh dengan cukup cepat.

Kok ada Specter di situ? Di wave terakhir, saya memerlukan operator yang dapat menghalau paman mantan atlet yang datang dari sebelah kiri itu. Serangan dari Specter juga dapat membunuhnya dengan cukup cepat dibanding memakai operator Defender biasa (ya iyalah, kelasnya saja sudah beda).

Gue rasa sekian buat curhatan map harian untuk hari kesebelas kali ini. Semoga di map pembeku massal nanti, contract-nya bisa manusiawi.

Vanguard-nya rame memang.