Arknights CC#0 Diary: Day 12

Daily Map

Map pembeku massal di hari kedua belas menawarkan contract yang menurut saya “lebih mudah” ketimbang minggu lalu. Contract menyebalkan yang memberi buff tambahan pada katana boi pembeku di minggu lalu, tidak muncul kali ini. Sebagai gantinya, yang mendapat buff adalah sang Defense Crushers alias algojo. “Latihan saya minggu lalu akhirnya tidak sia-sia!” begitu batin saya. Tadinya.

Tak disangka tak dinyana, contract lain yang bisa dipilih cukup bikin bete. Tengok saja level duanya, menambah maksimum HP musuh atau membatasi operator yang bisa dibawa menjadi tujuh orang saja. Kalau saya ambil contract level dua yang pertama, berarti sang algojo secara otomatis jadi lebih sulit untuk dibunuh. Padahal dia sudah mendapat tambahan maksimum HP pada contract level tiga. Sebagai pemain dengan operator “seadanya”, jelas saya tidak bisa memilih contract ini. Sebagai konsekuensinya, saya harus mengambil seluruh contract di level satu demi mencapai risk level 8. Tadinya saya sempat mencoba contract level tiga yang membatasi tile, tapi jadinya malah kebingungan untuk menempatkan operator di sebelah kanan. Yah, ini karena saya masih berpegang pada prinsip “main aman” alias menghindar dari jangkauan gelombang pembeku.

Saya sempat kebingungan dan memerlukan waktu cukup lama untuk mempertimbangkan operator yang bisa digunakan demi membunuh sang algojo yang datang dari sisi kiri tanpa mengorbankan pertahanan di sisi kanan. Setelah dua-tiga kali bongkar pasang pasukan dan melihat Support yang ada, saya akhirnya menemukan susunan dan penempatan yang cocok.

Ch’en kembali dipilih untuk menyelesaikan tantangan di hari kedua belas.

Kalau dilihat, operator yang bersiaga di sebelah kiri lebih banyak jumlahnya daripada di sebelah kanan. Padahal, musuh yang menuju arah kanan jumlahnya malah lebih banyak. Hal ini saya lakukan demi mengantisipasi sang algojo yang memerlukan waktu lebih untuk dihabisi. Sedangkan musuh di bagian kanan, termasuk katana boi pembeku, bukanlah ancaman besar di sini. Dua operator Defender di sisi kiri sengaja diletakkan bersebelahan agar mereka bisa bergantian menghalau sang algojo ketika salah satu dari mereka terkena efek stun. Hal ini memberikan waktu lebih bagi Lappland dan Eyjafjalla untuk menyelesaikan tugasnya. Duet Ch’en dan Amiya ternyata cukup ampuh untuk mengatasi musuh-musuh yang berkerumun di sisi kanan. Tidak sampai lima kali mengulang, saya pun berhasil menaklukkan tantangan kali ini.

Meminjam operator pemain lain memanglah sedap.

Permanent Map

Kali ini saya iseng membawa Hellagur untuk menjajal risk level 18 sekaligus mengambil contract yang belum pernah saya coba. Ternyata diperlukan beberapa kali percobaan dan utak-atik contract hingga akhirnya menemukan yang cocok. Contract yang memberikan buff pada Rockbreaker jelas tidak ideal dengan kondisi Hellagur milik saya yang skill 2-nya masih mentok di level 7. Itu pun pake drama, Hellagur tidak bertahan karena timing kemunculan laba-laba yang kacau di wave terakhir membuyarkan semuanya.

Termasuk contract laba-laba level tiga dan pembatasan tile level tiga.

Hal ini membuktikan kalau Hellagur layak diganjar Mastery 3 until skill 2 miliknya. Tunggu saya cari bahannya dulu, deh. Masih banyak operator yang sudah antre meminta kenaikan gaji untuk dipromosikan.