Arknights CC#0 Diary: Day 13

Daily Map

Hari terakhir event ini pun tiba. Area 59 Ruins yang didapuk menjadi map terakhir justru datang dengan tantangan “paling mudah”. Ya, saya tidak berlebihan. Setelah tantangan harian di map-map sebelumnya yang saya rasa “mulai kurang waras”, misi di hari terakhir hanya meminta pemainnya untuk mengambil contract “tanpa menggunakan operator dengan serangan jarak jauh”. Air mata dan darah yang sudah tumpah di event CC sebelumnya (demi menembus risk level 18) secara tidak langsung menjadi pelajaran berharga bagi para pemainnya. Tidak heran kalau banyak pemain yang bisa menyelesaikan map harian ini dengan risk level maksimal.

Tadinya saya hanya asal membawa operator dan memenuhi seluruh tiga belas slot yang disediakan. Total risk yang saya ambil di map harian pun awalnya hanya level 10 saja, termasuk contract level dua yang memberi buff pada musuh Armed Militants. Karena merasa masih sanggup, saya pun menaikkan kesulitannya ke risk level 12 dengan mengambil contract yang menambahkan serangan musuh. Masih dengan pasukan yang “gemuk” sebenarnya.

Saya akhirnya merasa tertantang untuk mengambil risk level maksimal untuk map harian kali ini. Tidak bisa dibilang mudah sebenarnya karena ujung-ujungnya tetap harus mengulang beberapa kali. Penyebabnya karena timing skill Hellagur dan Hoshiguma yang kurang pas. Kesabaran dan keuletan (ciehhh) akhirnya membuat saya untuk pertama kalinya berhasil mencapai risk level maksimal di map harian. Mungkin hal ini bisa tercapai berkat Hoshiguma pinjaman dengan level dan Mastery skill maksimal. Dengan ini pula, Ch’en resmi menjadi “Most Valuable Operator” saya di map harian minggu kedua.

Bukan strategi terbaik dan paling oke tentunya.

Permanent Map

“Hari terakhir nih, kenapa tidak try-hard sekalian saja?” begitu pikir saya. Kalau kemarin-kemarin saya hanya iseng untuk menguji kehebatan Hellagur, kali ini saya murni mengandalkan keberuntungan dari lava tile saja. Meski menyebut try-hard, sebenarnya tidak juga. Saya tidak bicara soal risk level 24 karena saya hanya berani mengambil risk level 22 saja. Saya sadar diri, kok. Modal operator seadanya masa ngotot mau clear risk level 24? Hahaha.

Contract di atas akhirnya dipilih setelah berulang kali gonta-ganti contract karena galau menimbang kondisi operator yang saya miliki. Seperti yang sudah dibilang, saya hanya mengandalkan keberuntungan saja dan mencoba berkali-kali. Karena itu tidak banyak pula yang bisa saya ceritakan.

Red dengan skill 1 miliknya yang memungkinkannya menghindari serangan fisik dari laba-laba dan serangan Arts dari musuh caster di atas membuatnya dapat bertahan lebih lama. Kemudian timing dari musuh laba-laba di wave terakhir yang kacau itu sebenarnya bukan masalah kalau kalian “sedang beruntung” alias terbunuh akibat efek dari lava tile sebelum mencapai operator Defender.

Satu keluhan besar saya untuk event ini:

HADIAHNYA PELIT!!!

Ludes, padahal banyak material yang masih ingin dibeli.

Dengan ini, berakhir pula seri curhat event gim nirfaedah ini. Saya membuat ini hanya sebagai bentuk dokumentasi pribadi semata. Terlihat jelas bukan betapa banyaknya waktu luang yang saya miliki? Akhir kata, sampai jumpa di event lain yang mungkin akan saya buatkan seri curhatnya lagi. Mungkin juga tidak. Who knows?